Categories
Uncategorized

Resep Smoothies Rendah Kalori, Cocok Untuk Diet

Hai, kali ini saya akan membahas mengenai resep smoothies rendah kalori. Smoothies bisa menjadi alternatif pengganti makanan yang sehat serta praktis dinikmati. Cukup dengan mencampurkan berbagai bahan seperti sayur dan buah, blender, masukkan ke dalam tumbler dan siap untuk dibawa ke manapun Anda beraktivitas. Campuran bahannya pun bisa dipilih dan disesuaikan dengan selera maupun kebutuhan, juga minuman yang ideal untuk dikonsumsi sebelum atau setelah olahraga.

Smoothies, juga bisa menjadi camilan sehat untuk mengganjal perut sebelum makan makanan berat. Tapi di sisi lain, smoothies juga bisa menjadi ‘perusak’ diet jika Anda sedang dalam program penurunan berat badan. Segelas smoothies bisa saja mengandung kalori, lemak dan gula yang bahkan bisa saja lebih tinggi dari minuman soda atau frappuccino.

Jika ingin memiliki tubuh yang lebih sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi dengan smoothies, ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika membuat minuman sehat ini, agar kandungannya tidak lebih dari 300 kalori per porsi.

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Smoothies Rendah Kalori

1. Perhatikan Porsi Buah

Buah memang sehat tapi bisa menambah kalori dan gula ekstra jika dikonsumsi berlebihan. Pakar diet Brigitte Zeitlin, M.P.H., R.D., C.D.N., memapakan bahwa buah mengandung dua jenis gula, fruktosa dan glukosa pembentuk karbohidrat sebagai penyedia energi. Meskipun buah tidak memiliki sukrosa atau gula olahan, terlalu banyak mengonsumsinya bisa membuat tubuh mengubahnya menjadi lemak dan dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan diabetes serta berbagai penyakit lainnya. Ia menyarankan untuk memasukkan cukup satu cangkir buah-buahan untuk satu porsi smoothies.

2. Masukkan Serat

“Serat adalah kunci untuk membuat Anda merasa kenyang dalam waktu uang lama, sehingga menghindari keinginan ngemil di antara jam makan yang sebenarnya kurang perlu,” tutur Brigitte seperti dikutip dari Self.

Tambahkan lima hingga delapan gram serat. Bisa berasal dari buah-buahan yang masih ada kulitnya seperti apel, pir, tomat atau stroberi. Untuk tambahan serat lagi juga bisa memasukkan oatmeal, atau perbanyak sayuran misalnya bayam, sawi, wortel dan ketimun.

3. Protein Juga Perlu

Tanpa protein, rasa lapar akan lebih cepat datang. Tambahkan sekitar kirang lebih 10 gram protein dalam satu porsi smoothies Anda. Bentuk protein bisa dari dua sendok teh selai kacang, setengah cangkir yoghurt tawar atau juga susu skim.

4. Pemanis Tidak Terlalu Penting

Tambahan pemanis seperti madu, sirup maple atau sari buah memang bisa membuat smoothie buatan Anda terasa lebih enak. Namun bahan-bahan tersebut bisa membuat lonjakan kalori terlebih lagi jika Anda mengonsumsinya berlebihan. Untungnya, pemanis umumnya hanya berfungsi sebagai penikmat rasa. Tidak terlalu penting untuk ditambahkan.

5. Pilih Susu Tawar

Jika ingin menambahkan susu, pilih yang tidak mengandung gula dan sedikit kalori. Selalu cek informasi yang tertera pada kemasan. Susu rendah lemak, susu almond atau susu kedelai merupakan pilihan yang lebih baik ketimbang susu full cream jika Anda ingin menjaga berat badan ideal.

Resep Smoothies Rendah Kalori

Pepaya kaya akan enzim alami yang membantu dalam menyehatkan pencernaan. Kandungan potasium di dalamnya juga bermanfaat untuk mengeluarkan kelebihan sodium yang jadi penyebab retensi cairan. Sehingga berat badan akan cenderung turun secara perlahan.

Bahan-Bahan:

  • 1/2 cangkir pepaya
  • 1 cangkir air kelapa dingin
  • 1 buah pisang beku

Langkah Resep Smoothies Rendah Kalori:

  1. Potong kecil-kecil buah pepaya dan pisang lalu masukkan ke dalam blender.
  2. Tambahkan air kelapa dingin.
  3. Proses hingga halus dan lembut.
  4. Tuang ke dalam gelas saji. Jika ingin smoothies yang dingin, Anda bisa memasukkannya ke dalam lemari pendingin minuman terlebih dahulu.
  5. Smoothies siap dinikmati.

Bagaimana? Cara buat smoothies rendah kalori sangat mudah bukan? Anda bisa mencoba resep smoothies rendah kalori ini dengan mudah sendiri di rumah. Selamat mencobanya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *