Categories
Uncategorized

Cara Mengolah Sampah Plastik Menjadi Bensin

Cara Mengolah Sampah Plastik Menjadi Bensin

Cara mengolah sampah plastik menjadi bensin yang bisa kamu jadikan jalan alternatif untuk kamu yang ingin mengirit biaya bahan bakar minyak. Sampah plastik menjadi masalah tersendiri yang perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.

Sampah plastik juga tidak ramah lingkungan dan merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca jika penguraian sampah ini dilakukan dengan cara dibakar.

Di Kabupaten Badung, Bali dilakukan pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurut beberapa penggiat, secara umum, mekanisme konversi sampah plastik menjadi BBM adalah dengan menggunakan metode pirolisis, yaitu memanaskan plastik pada suhu di atas 400oC tanpa oksigen.

Pada suhu tersebut, plastik akan meleleh dan kemudian berubah menjadi gas. Pada saat proses tersebut, rantai panjang hidrokarbon akan terpotong menjadi rantai pendek.

Proses selanjutnya adalaj pendinginan yang dilakukan pada gas tersebut sehingga gas akan mengalami kondensasi dan membentuk cairan.

Cairan inilah yang nantinya menjadi bahan bakar, baik berupa bensin maupun bahan bakar diesel. Untuk mendapatkan hasil dan performa yang lebih baik, maka ditambahkanlah katalis.

Beberapa parameter sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan antara lain yaitu suhu, waktu, dan jenis katalis.

Mesin yang digunakan untuk mengelola plastik menjadi BBM terbagi menjadi dua bagian yang dihubungkan dengan sebuah pipa di tengahnya.

Untuk mengoperasikan mesin yang dinamakan MD Plast itu, diperlukan 15 kilogram sampah plastik padat atau 20 kilogram yang diletakkan di dalam tabung reaktor.

Tampak tabung reaktor semacam wadah besi berbentuk kotak yang bisa langsung diisikan oleh sampah plastik.

Setelah sampah plastik siap, tabung reaktor ditaruh di atas kompor yang berada di ujung sebelah kanan mesin. Proses pembakaran sampah plastik berlangsung kurang lebih empat jam.

Setelah itu, uap hasil pembakaran sampah plastik akan diteruskan melalui pipa pendingin dan uap mengalami proses penyubliman sehingga berubah menjadi zat cair. Zat cair itulah yang menjadi minyak mentah, cikal bakal dari bahan bakar minyak.

Saat sudah mencapai tahap menjadi zat cair, akan ada proses pemanasan lagi yang dilakukan untuk membuat apakah minyak mentah itu akan menjadi minyak tanah, bensin, atau solar.

Proses pemisahan partikel minyak itu dibagi ke tiga slot, dengan hasil akhirnya dikeluarkan melalui keran yang berjumlah tiga di tiap slotnya. Dari sampah plastik yang ditaruh penuh di dalam tabung reaktor, bisa menghasilkan 800 mililiter atau 0,8 liter BBM sintetis.

Dengan metode konversi plastik menjadi BBM, sampah plastik tidak lagi menjadi masalah dan Pemerintah bersama dengan masyarakat dapat bekerjasama menanggulangi perubahan iklim dengan mengurangi produksi emisi gas rumah kaca.

Pengelolaan Limbah Plastik Menjadi Bensin

Pengolahan limbah plastik ini dilakukan Suyudi dengan cara dibakar, tiga alat yang dirakit sendirinya. Alat pertama sebagai kompor, dengan menggunakan air kompresor kecil yang dihubungkan ke listrik dan oli kotor sebagai bahan bakar api.

Kemudian alat selanjutnya sebagai tungku, tempat pembakaran limbah plastik yang dirancang sedemikian rupa, dan terakhir kondensor yang berfungsi pendingin dan memisahkan jenis BBM.

Awalnya idenya itu muncul saat Suyudi duduk di SMA tahun 1985. Gurunya ketika itu menjelaskan bahwa plastik berasal dari minyak mentah bumi. Sehingga bila diolah bisa menghasilkan BBM.

Namun pengetahuan itu dipendam dan tidak melakukan percobaan, karena tidak lama selesai sekolah dirinya menikah, dan bekerja di perkebunan milik BUMN.

“Setelah pensiun, tepatnya awal 2019, saya melakukan percobaan, hingga empat alat gagal produksi. Mulai dari ceret yang terbuat dari tembaga, hingga potongan drum. Namun alat ke lima dirancang menggunakan stainlees, berhasil dengan biaya Rp 8,6 juta,” jelas Suyudi.

Menurutnya, setiap limbah plastik bisa digunakan dengan cara membersihkannya dari kotoran kemudian mengeringkannya sehingga tidak mengandung air. Selanjutnya dimasukkan dalam tungku dan dilakukan pembakaran hingga 35 menit sudah meneteskan minyak.

Dari hasil perhitungan, dari 1 kg plastik bisa menghasilkan 0,7 liter BBM, dengan pembagian 15 persen jenis minyak tanah, 60 persen jenis solar, dan 25 persen jenis bensin.

“BBM jenis premium saya uji coba untuk sepeda motornya, dan hampir satu tahun saya gunakan motor belum ada masalah. Sedangkan minyak tanah dan solar, digunakan untuk membakar sampah dan lainnya,” jelas Suyudi.

Oleh sebab itu, dirinya dengan keterbatasan dana akan terus mengembangkan alatnya, sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah plastik, yang hingga saat ini menjadi masalah karena sulit diurai.

“Alat saya ini selain mengolah plastik dan menghasilkan BBM, tentunya ada limbahnya, seperti abu sisa pembakaran. Namun itu bisa digunakan jadi pupuk,” jelas Suyudi.

Disinggung apakah dirinya berniat melakukan uji laboratorium terkait BBM yang dihasilkan dari pengolahannya.

sahabat juga bisa baca artikel sebelumnya mengenai mendaur ulang plastik yang baik dan benar untuk informasi menarik lainya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *